Selasa, 16 April 2013

PERDUKUNAN VS GLOBALISASI


PERDUKUNAN VS GLOBALISASI


Tentunya kita sudah kerap mendengar hal yang di sebut globalisasi dan perdukunan. Kita seringkali menyebutkan kata globalisasi tanpa mengetahui arti sebenarnya tentang globalisasi tersebut. Menurut Wikipedia Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Sedangkan Dukun adalah orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya yang terdapat di  Asia Tenggara seperti di Indonesia, Malaysia  Brunei dan Singapura. Jadi perdukunan dapat di sebut juga sebagai kegiatan praktek dukun.
Seiring perkembangan zaman banyak pula yang telah berkembang di Negara ini mulai dari telfon genggam, laptop, hingga pc tablet hal ini membuktikan bahwa cepatnya perkembangan zaman yang terjadi. Namun seiring zaman yang semakin menuju kearah moderenisasi banyak pula rakyat Indonesia yang masih mempercayai praktek dukun, semakin maraknya praktek dukun yang berujung pada penipuan ( seperti melipat gandakan uang ) tidak membuat masyarakat jera akan ajaran sesat ini banyaknya masyarakat yang masih mempercayai tentang hal mistik ini membuat semakin marak orang yang mengaku – ngaku bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan. Padahal pada kenyataannya banyak yang berujung pada penipuan.
Masyarakat Indonesia masih kerap mempercayai dukun hal ini di picu oleh ketidak mampuan mereka untuk menyelesaikan suatu masalah terutama masalah ekonomi. Praktek perdukunan biasanya banyak di minati oleh kalangan menengah kebawah, meski tidak sedikit pula masyarakat menengah ke atas yang mempercayainya pula. Dukun atau sekarang kerap pula di sapa sebagai paranormal atau guru spiritual juga sering di di jadikan sebagai guru yang membimbing mereka untuk mendapatkan kesuksesan di dunia, tanpa memikirkan kehidupan mereka kelak di akhirat, banyaknya kalangan menegah ke atas yang menggunakan guru spiritual yang pada akhirnya menuding bahawa si “Guru Spiritual” ini membawa mereka pada ajaran sesat menimbulkan banyak sekali kontroversi seperti yang sedang marak terjadi di Negara kita ini.
Cepatnya perkembangan zaman ternyata tidak mampu membendung pekembangan praktek dukun tersebut. Banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak mampu mencukupi kebutuhan mereka baik ekonomi maupan fisik ( rupa ) membuat banyak kalangan Indonesia yang masih mempercayai praktek dukun.

                                    http://id.wikipedia.org/wiki/Dukun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar